Jawa Pos 16 Oktober 2006


Ada Produsen Mesin Antrian dan Laboratorium Bahasa di Malang

Jawa Pos – Radar Malang. 16 oktober 2006
Jawapos Jawa Pos 16 Oktober 2006

Krisis moneter yang dimulai sejak tahun 1997 lalu membuat berbagai sektor kehidupan ikut mengalami krisis. Harga-harga barang melambung tinggi makin tak terjangkau. Hal ini juga berlaku untuk industri elektronik. Banyak produk elektronik yang menjadi terlalu mahal untuk dibeli, terutama produk impor. Jika produk tersebut tidak terlalu penting maka bisa di tunda keinginan untuk memilikinya. Jika keberadaannya sangat penting maka dicari produk lain yang dapat menggantikannya dalam penggunaan.  Tetapi menjadi masalah jika produk pengganti pun masih terlalu tinggi untuk dimiliki. Berdasarkan hal tersebut maka timbul kreativitas anak bangsa untuk membuat produk sejenis sebagai pengganti produk impor. Sedikit demi sedikit semakin bertambah produk lokal yang sudah dapat menggantikan produk impor bahkan tidak jarang lebih baik lagi. Berbagai daerah di Indonesia sedang giat-giatnya berupaya menciptakan pengganti produk impor dalam berbagai bidang kehidupan.

Di Malang ada sekelompok orang yang memiliki semangat tinggi dalam berinovasi dan berkreasi untuk  membuat produk elektronik yang berguna dalam berbagai bidang kehidupan. Sekelompok lulusan Elektronika Universitas Brawijaya ini sudah berhasil menciptakan berbagai produk yang sudah tersebar luas di berbagai kota di Indonesia. Di antaranya yang menjadi unggulan adalah mesin antrian dan laboratorium bahasa digital. Berbekal kemampuan dalam bidang desainer elektronik berbagai produk sudah dihasilkan, setiap produk yang dihasilkan terus diperbaiki baik fasilitas maupun kualitasnya.

Ada pun mesin antrian yang didesain mempunyai kemampuan 8 layanan dan 32 loket, dapat digunakan dengan atau tanpa komputer, suara panggilan otomatis, menggunakan mini printer autocutter sebagai pencetak nomor antrian. Juga dapat menggunakan TV sebagai display tambahan. Dilengkapi dengan display utama yang dapat ditempatkan di pusat ruangan. Juga display pada tiap loket. Sedangkan untuk laboratorium bahasa digital memiliki fasilitas pembelajaran: All call system, Individu system, Grouping, group call, Pairing, class management dan lain-lain. Pada panel siswa terdapat tombol-tombol untuk menjawab soal pilihan berganda (multiple choice) yang membuat suasana belajar menjadi lebih menarik. Produk yang menggunakan komputer sebagai pengendali dan panel pada tiap siswa ini diakui sebagai salah satu produk unggulan nasional oleh ketua asosiasi elektronika dan manufaktur dan perhimpunan Indonesia untuk pengembangan kreativitas. Tidak heran, walau pun terletak di lokasi terpencil dan memiliki fasilitas produksi yang kurang memadai tidak menjadi penghalang distribusi produk mereka.

Produk mereka sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia seperti Aceh, Kepulauan Riau, Jambi, berbagai daerah di Jawa, Bali, kalimantan sampai Maluku. Bahkan produk mereka dapat dijumpai di Tual, sebuah pulau kecil di wilayah timur Indonesia. Berbagai institusi sudah menggunakan produk mereka seperti Bank, Rumah Sakit, Puskesmas, PLN, sekolah, lembaga bimbingan belajar, dan lain-lain.